Motivasi merupakan suatu keinginan dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Adapun pengertian menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1. Menurut Azwar (2000: 15), motivasi adalah rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekolompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Menurut Mc. Donald (dalam Hamalik, 2003: 106), merumuskan bahwa “motivation is on energi change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction”, yang diartikan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dalam rumusan tersebut ada tiga unsur yang saling berkaitan, ialah sebagai berikut:
a. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi. Perubahan tersebut disebabkan oleh perubahan tertentu pada system neurofisiologis dalam organism manusia.
b. Motivasi ditandai oleh timbulnya perasaan (affective arousal). Mula-mula berupa ketegangan psikologis, lalu berupa suasana emosi. Suasana emosi ini menimbulkan tingkah laku yang bermotif. Perubahan ini dapat diamati.
c. Motivasi ditandai reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan. Pribadi yang bermotivasi memberikan respon-respon kearah suatu tujuan tertentu. Respon-respon itu berfungsi mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh perubahan energi dalam dirinya. Tiap respon merupakan suatu langkah ke arah mencapai tujuan.
3. Ryan (1982) menyatakan bahwa ada dua komponen penting yang berkaitan dengan motivasi intrinsic yang pertama adalah percaya kepada diri sendiri dan orang lain atau paling tidak memiliki kemampuan untuk belajar sehingga tugas yang diterima oleh individu menjadi tugas yang menyenangkan. Sementara itu, yang kedua mengandung aspek perasaan pada determinasi individu yang di dalamnya termasuk persepsi kebebasan untuk memilih, memiliki pilihan untuk menentukan tugas, dan mampu mengontrol terhadap apa yang telah dikerjakan.
4. Menurut Elliot dkk. (2000) mendefinisikan motivasi sebagai suatu dorongan yang ada dalam diri individu yang mana individu tersebut merasa senang dan gembira setelah melakukan serangkaian tugas.
5. Menurut Petri (dalam M.nur, 2010) , motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan –kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
6. Menurut Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen,yaitu:
a. Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
b. Instrumenalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
c. Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif. Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapan. Motivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan.
Dalam penelitian ini yang dimaksud motivasi adalah energi positif dari dalam diri siswa yang menimbulkan suatu dorongan, perasaan, kepercayaan, keinginan, serta harapan dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang diberikan kepadanya untuk mencapai tujuan tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar